PWSC_TAYAMUM | Pengertian,Sebab, Alat, dan Cara Tayamum

TAYAMUM

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera ....

    Ini merupakan postingan terakhir di blog saya ini. karena memangdalam membuat blog ini di tugaskan hanya bisa memposting empat postingan saja. Setelah postingan sebelumnya sudah membahas tentang data diri, informatika, dan web statis, di postingan terakhir ini saya akan berbagi informasi tentang Tayamum. Saya memilih tayamum karena saya anggap ini penting. Karena terkadang kita menjumpai keadaan dimana tidak ada air untuk bersuci. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua, dan kita bisa mengamalkannya, aamiin



1.     Pengertian Tayamum
Tayamum berasal dari baha arab yang artinya bermaksud atau bertujuan . secara istilah tayamum berarti cara bersuci dalam keadaan darurat.”Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik(suci); sapulah mukamu dengan tanganmu”(QS.An-Nisa’/4:43)

2.     Sebab-sebab melakukan tayamum
·       Tidak ditemukan air
·       Sedang sakit
·       Air yang dimiliki hanya sedikit
·       Ada air tapi sulit di ambil
·       Khawatir habis waktu sholat

3.     Alat Tayamum
Alat untuk bertayamum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih, seperti pasir, batu, debu tanah, dll. Sebagaimana rasulullah SAW bersabda:
    “Dijadikan permukaan bumi seluruhnya bagiku dan umatku sebagai tempat sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci.”(HR.Muttafaq ‘alaihi)



4.     Cara Bertayamum
a.  Niat

b. Meletakkan kedua telapak tangan pada debu/pasir cukup satu kali, lalu tiuplah kedua telapak tangan tersebut secara pelan pelan dengan niat yang ikhlas karena Allah dan membaca Bismillahirrahmanirrahim.

c.  Mengusapkan kedua telapak tangan ke wajah hingga rata satu kali usapan.

d.  Mengusap kedua telapak tangan sampai pergelangan

Cara bertayamum tersebut sudah dijalaskan dalam sebuah hadist, yaitu:
     “Ammar bin Yasir r.a berkata: aku pernak ber-janabat dan tidak mendapat air, lalu  berguling-guling aku di tanah, sebagaimana layakya hewan yang berguling-guling di tanah. Lalu aku ceritakan yang demikian kepada Nabi Saw, lantas beliau mengatakan,(cukuplah engkau melakukan seperti itu). Kemudian beliau meletakkan kedua tangannya di tanah lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, mengusap punggung telapak tangan kanannya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung tangan kirinya menggunakan tangan kanannya, lalu beliau..” (HR.Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Majah)

Terimakasih telah membaca postingan saya ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Maaf bila ada salah salah kata yang saya tulis.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

2 komentar

komentar